Showing posts with label Sistem Berkas. Show all posts
Showing posts with label Sistem Berkas. Show all posts

Friday, 5 May 2017

Part #8 Quiz Soal A

2. Hitung R, TF, TN, TI, TU, TX, TY  dengan data berikut:
Struktur File : Pile

Parameter Hardisk
a) Putaran Disk (RPM) adalah 6000 RPM
b) Seek time (s) 5 ms.
c) Transfer rate (t) sebesar 2048 Byte/ms.
d) Operasi pembacaan dan penulisan (TRW) sebesar 2 ms.

Saturday, 29 April 2017

Part #7 Organisasi File Sequensial

1. Pengertian File Sequensial
- Organisasi File sequensial adalah suatu cara atau teknik untuk menyimpan dan mengorganisasikan record-record dalam sebuah berkas.
- Organisasi File sequential merupakan proses dalam system berkas yang mengakses data secara berurut (ordered file).
- Setiap record pada file sequensial memiliki jumlah atribut, nama atribut, urutan atribut, tipe dan panjang field atribut yang sama.
- Record-record pada file sequensial diurutkan berdasarkan key tertentu.
- Key adalah identifikasi unik dari record yang digunakan untuk membedakan satu record dengan record lainnya.
- Dengan adanya key, maka bisa dilakukan proses pengurutan yang mengakibatkan waktu akses yang semakin cepat.
2. Karakteristik File Sequensial
- Atribut-atribut data dikategorikan. Record berisi semua nilai data atribut dengan urutan dan posisi yang sama.
- Record-record data terurut dalam satu aturan/kriteria tertentu.
- Nama atribut tidak perlu ditulis di tiap record.
- Setiap record mempunyai data atribut dalam urutan yang sama.
3. Komponen File Sequensial
> Komponen file sekuensial terdiri dari:
   - Master File (file utama atau file data)
   - File transaction log berstruktur pile
> Pada file sekuensial, data yang tersimpan dalam file utama, merupakan data yang sudah terurut.
> Sedangkan file transaksi pada file sekuensial merupakan data yang belum terurut.
4. Konsep Penting File Sequensial

- Penentuan urutan record digunakan “kunci” record, yaitu atribut kunci.
- “Kunci” berupa satu atribut atau lebih. (kunci harus unik).
- Record-record dikelola/dijaga berdasar atribut-atribut kunci.
5. Struktur dan Pengaksesan
Struktur
- Satu deskripsi tunggal diterapkan ke semua record di file sekuen. Semua record identik.
- Jika terdapat penambahan atribut baru ke record, seluruh file harus di reorganisasi, yaitu: setiap record ditulis ulang dengan ruang kosong (space) untuk item data baru.
- Bentuk record tetap (fixed record) mempermudah pengaksesan.
Implementasi
-Sebutan file sekuen adalah bila file memenuhi kriteria file sekuen, yaitu record-record data diurut dalam satu sekuen/aturan tertentu.
-Terdapat dua implementasi utama file sekuen, yaitu :
1. Record-record di link satu dengan lainnya seperti linked-list secara terurut.
2. Record-record di simpan terurut secara fisik. Implementasi ini meminimalkan pengaksesan blok sehingga meningkatkan kinerja pengaksesan sekuen. Pada analisis, implementasi yang digunakan.
Penyisipan
-Penyisipan dilakukan di file pile, disebut file log transaksi (transaction log file) atau file overflow. Penyisipan di file log dilakukan sampai ukuran file pile berukuran besar.
-Pembaruan secara batch dilakukan saat reorganisasi file.
Mekanisme Reorganisasi
-File log transaksi diurut (sort) berdasar atribut kunci.
-Dilakukan penggabungan (file utama dan file log transaksi yang terurut) menjadi file sekuen baru.
6. Analisis Kinerja File Sequensial
A) Ukuran Record (R)
R= a.V
a    :    jumlah atribut  (field) pada satu record
V   :    panjang rata-rata nilai atribut (byte)
B) Waktu Pengambilan Record Tertentu (TF)
#Pencarian menggunakan atribut non-kunci
>>Belum ada file log
TF    =    ½ waktu pencarian blok
TF    =    ½ b.(B/t`) = ½ n.(R/t`)
b = jumlah blok
b = n/Bfr
>>Sudah ada file log
TFO    =    ½ o.R/t`
TF    =    ½ (n+o)R/t`

#Pencarian menggunakan atribut kunci (pencariaan biner)
>>Belum berbentuk log






>>Sudah berbentuk log




C) Waktu Pengambilan Record Berikutnya (TN)
TN = waktu transfer 1 blok × peluang ditemukannya record dalam blok yang sama.





 D) Waktu Penyisipan Record Baru (TI)
- Cari, geser, sisip
 

- Memakai log file






E) Waktu Pembaruan Record (TU)
- Bukan kunci
 
- Terhadap kunci: cari record, hapus record, sisipkan record.




Terhadap kunci: cari record, hapus record, sisipkan record

F) Waktu Pembacaan Seluruh Record (TX)
 
G) Waktu Reorganisasi File (TY)





#LATIHAN SOAL

Diketahui struktur file sekuen:
Parameter harddisk
Putaran disk                                           : 8000 rpm
Seek time                                               : 5 ms
Transfer rate                                           : 2048 byte/ms
Waktu untuk pembacaan dan penulisan : 2 ms

Parameter penyimpanan
Metode blocking    : fixed blocking
Ukuran blok           :    4096 byte
Ukuran pointer blok      : 8 byte
Ukuran interblock gap  : 1024 byte
Parameter file
Jumlah rekord di file : 100.000 rekord
Jumlah field               : 8 field
Jumlah nilai               : 25 byte

Parameter reorganisasi
File log transaksi    : 0 record

Parameter pemrosesan
Waktu untuk pemrosesan blok  : 2 ms

Hitung
R, TF, TN, TI, TU, TX, TY



JAWAB


a) R        = a.V
                = 8.25
                = 200
b) TF (Non Kunci)
     Bfr     = B/R
                = 4096/200
                = 20,48
    WG      = G/Bfr
                = 1024/20,48
                = 50
    WR      = B/Bfr
                = 4096/20,48
                = 200
    W        = WG + WR
                = 50 + 200
                = 250
    t’         = (t/2) * (R/(R+W))
                = (2048/2)*(200/(200+250))
                = 1024 * (200/450)
                = 1024 * 0,44
                = 450,56
    TF        = ½ n(R/t’)
                = ½ . 100.000(200/450,56)
                = 50.000 . 0,44
                = 22.000
c)  btt    = B/t
                = 4096/2048
                = 2
     TN       = btt/Bfr
                = 2/20,48
                =0,09
d)  TI      = TF + ½ (n/Bfr)(btt/TRW)
                = 22.000 + ½ (100.000/20,48)(2/2)
                = 22.000 + ½ . 4882,81
                = 22.000 + 2441,4
                = 24441,4
e) (Bukan Kunci)
     TU       = TF + TRW
                = 22.000 + 2
                = 22.002
    (Terhadap Kunci)
     TU       = TF+TI
                = 22.000 + 24441,4
                = 46441,1
f) TX        = TSort + (o) + (n+o)(R/t’)
                = 0(0) + (100.000+0)(200/450,56)
                = 0 + (100.000 . 0,44)
                = 44.000
g) TY       = TSort + (o) + 2(n+o)(R/t’)
                = 0(0) + 2(100.000+0)(200/450,56)
                = 0 + 2(100.000 . 0,44)
                = 2 . 44.000
                = 88.000

Saturday, 22 April 2017

Part #6 Tugas File Pile

2. Hitung R, TF, TN, TI, TU, TX, TY  dengan data berikut:
Struktur File : Pile

Parameter Hardisk
a) Putaran Disk (RPM) adalah 6000 RPM 
b) Seek time (s) 5 ms.
c) Transfer rate (t) sebesar 2 KByte/ms atau 2048 Byte/ms.
d) Operasi pembacaan dan penulisan (TRW) sebesar 2 ms.

Saturday, 15 April 2017

Part #5 Organisasi File Pile



Organisasi file pile adalah suatu teknik atau metode yang digunakan unuk menyatakan dan menyimpan record-record dalam sebuah file. File pile atau disebut dengan file tumpukan merupakan salah satu struktur dasar dari struktur file. Record-record pada pile dikumpulkan berdasarkan kedatangannya. Panjang record dalam suatu pile tidak harus tetap dan tidak diperlukan atribut atribut yang sama untuk setiap record.

Penggunaan Pile
File pile merupakan struktur dasar dan tak terstruktur. Struktur ini memberikan fleksibiltas penuh. Struktur ini menggunakan ruang penyimpanan dengan baik saat data berukuran dan berstruktur beragam. Struktur ini tidak bagus untuk pencarian record tertentu.
Penggunaan file pile:
- File-file system
- File log (mencatat kegiatan)
- File-file penelitian / medis
- File teks

Saturday, 8 April 2017

Part #4 Soal Latihan Parameter Sekunder

1.Rotational Latency
a. r = ½ x (( 60 x 1000 ) / RPM) = ½ x (( 60 x 1000 ) / 2500) = ½ x 24 = 12
b. r = ½ x (( 60 x 1000 ) / RPM) =½ x (( 60 x 1000 ) / 2000) = ½ x 30 = 15
c. r = ½ x (( 60 x 1000 ) / RPM) =½ x (( 60 x 1000 ) / 7000) = ½ x 8,57 = 4,285
d. r = ½ x (( 60 x 1000 ) / RPM) =½ x (( 60 x 1000 ) / 8000) = ½ x 7,5 = 3,75
e. r = ½ x (( 60 x 1000 ) / RPM) =½ x (( 60 x 1000 ) / 10000) = ½ x 6 = 3

2.Metode Fixed Blocking
Diketahui :
- Seek Time                   = 10 ms
- Kecepatan Putar Disk = 3000 Rpm
- Transfer Rate              = 1024 byte/s
- Ukuran Blok               = 2048 byte
- Ukuran Record           = 128 byte
- Ukuran Gap                = 64 byte

Ditanya :
a) Bfr
b) r
c) TR
d) btt
e) W
f) t'

Jawaban
a.Bfr = B/R = 2048 / 128 =16
b.r = ½ x (( 60 x 1000 ) / RPM)
    = ½ x (( 60 x 1000 ) / 3000)
    = ½ x 20
    = 10
c.TR = R/t = 128 / 1024 = 0,125
d.Btt = B/t = 2048 / 1024 = 2
e.W = G/Bfr = 64 / 16 = 4
f.t’ = (t/2)*(R / (R + W))
     = (1024 / 2) * (128 / (128 + 4))
     = 512 * (128 / 132)
     = 512 * 0,96
     = 496,48

3. Tugas
Diketahui :
- Seek Time                   = 10 ms
- Kecepatan Putar Disk = 6000 Rpm
- Transfer Rate              = 2048 byte/s
- Ukuran Blok               = 2048 byte
- Ukuran Record           = 250 byte
- Ukuran Gap                = 256 byte
- Ukuran Pointer           =  8

Ditanya :
a) Blocking Faktor
b) Record Transfer Rate
c) Block Transfer Time
d) Pemborosan Ruang
e) Bulk Transfer Rate

Jika Metodenya :
a) Fixed Bloking
b) Spanned Bloking
c) Unspanned Bloking



Jawab:
   1.    Fixed Blocking
a.    Bfr = B/R = 2048 / 250 = 8,192
b.    TR = R/t = 250 / 20148 = 0,122
c.    Btt = B/t = 2048 / 2048 = 1
d.    WG = G/ Bfr = 256 / 8,192 = 31,25
WR = B / Bfr = 2048 /8,192 = 250
W = WG + WR
      =250 + 31,25
      = 281,25
e.    t’    = (t / 2) * (R / (R + W))
= (2048 / 2) * (250 / (250 + 281,25))
= 1024 * (250 / 531,25)
= 1024 * 0,47
= 481,28
    2.    Variabel Spanned
a.    Bfr = (B-P)/(R+P)
      = (2048 – 8) / (250 + 8)
      = 2040 / 258
      = 7,906
b.    TR = R/t = 250 / 20148 = 0,122
c.    Btt = B/t = 2048 / 2048 = 1
d.    W  = P + (P + G) / Bfr
= 8 + (8 + 256) / 7,906
= 8 + 264/7,906
= 8 + 33,39
= 41,39
e.    t’    = (t / 2) * (R / (R + W))
= (2048 / 2) * (250 / (250 + 41,39))
= 1024 * (250 / 291,39)
= 1024 * 0,85
= 870,4
   3.    Variabel Unspanned
a.    Bfr = (B–½R)/(R+P)
= (2048 – ½ . 250) / (250 / 8)
= 1923 / 258
= 7,453
b.    TR = R/t = 250 / 20148 = 0,122
c.    Btt = B/t = 2048 / 2048 = 1
d.    W  = P + ( ½ R + G) / Bfr
= 8 + ( ½ . 250 + 256) / 7,453
= 8 + 381 / 7,453
= 8 + 51,12
= 59,12
e.    t’    = (t / 2) * (R / (R + W))
= (2048 / 2) * (250 / (250 + 59,12))
= 1024 * (250 / 309,12)
= 1024 * 0,808
= 897,392

Saturday, 1 April 2017

Part #3 Parameter Penyimpanan Sekunder

Yang dimaksud dengan Parameter Penyimpanan Sekuder adalah waktu yang dibutuhkan untuk membaca dan menulis pada disk.

Parameter penyimpanan sekunder, diantaranya:

1. Waktu akses acak (random access time)


Waktu akses acak adalah waktu rata-rata yang diperlukan head untuk menemukan posisi dari item data yang dicari secara acak.

Pengaksesan item data memerlukan kerja berikut:

a. Pencarian lokasi/posisi penyimpanan

b. Waktu untuk transfer data


Pencarian lokasi/posisi penyimpanan.

Waktu tunda akses adalah waktu yang diperlukan untuk operasi pencarian lokasi penyimpanan.

Waktu tunda akses acak ditentukan parameter berikut:

- Seek Time

- Latency (rational latency)

Seek Time

seek time adalah waktu pergerakan head untuk mencapai track atau silinder lokasi data.


Rumus seek time:


S = Sc + δi


dimana:

- Sc = waktu start-up

- δi = jarak yang dilalui

Latency

latency adalah waktu yang dibutuhkan head untuk menunggu putaran disk sehingga blok data yang dituju tepat di depan head (milisecond)


r = 1/2 x ((60 x 1000)/RPM)


Keterangan : RPM = jumlah putaran permenit



2. Rate transfer data (data transfer rate)

Transfer rate yaitu kecepatan transfer data dari main memory ke secondary memory atau sebaliknya.

Waktu pembacaan atau penulisan bergantung pada:

- Ukuran blok data

- Data transfer rate perangkat penyimpanan

Bloking adalah unit data yang ditransfer.




Metode blocking:

 1. Fixed Blocking

Yaitu jumlah record pada suatu blok sama dengan jumlah record pada blok yang lainnya.

Keuntungan:

- Sederhana

- Memungkinkan pengaksesan acak

Kerugian:

- Dapat terjadi pemborosan di tiap block

Rumusnya :


Bfr = B/R


Keterangan :

- B = Ukuran Block

- R = Ukuran Record

2. Variable Length Spanned Blocking

- Block berisi record-record dengan panjang tidak tetap.

- Jika satu record tidak dapat dimuat di satu block, sebagian record disimpan di block lain.

- Panjang record dapat lebih besar dari block size.

- Tidak ada ruang yang terbuang karena blocking, tapi sulit diimplementasikan.

- Record yang berada pada dua block memerlukan waktu yang lebih lama dalam pembacaannya.

Rumusnya: 


Bfr = (B-P)/(R+P)



Keterangan:

- P = Ukuran pointer block

- B = Ukuran block

- R = Ukuran Record


3. Variable Length Unspanned Blocking

- Block berisi record-record dengan panjangn tidak tetap.

- Setiap record harus dimuat disatu block (tidak terpotong potong ke block lain) .

- Hanya record utuh ditempatkan pada satu block.

- Pemborosan terjadi karena record tidak ditempatkan bagi sisa block, maka record ditempatkan pada block berikutnya.

- Panjang record tidak boleh lebih panjang dibandingkan panjang block.

Rumusnya:


Bfr = (B-1/2R)/(R+P)


Keterangan:

- P = Ukuran pointer block

- B = Ukuran block

- R = Ukuran record


Pemborosan Ruang

- Besar ruang yang tidak digunakan untuk menyimpan data.

- Pemborosan ini mempengaruhi pencarian/pengaksesan.

- Diukur berdasarkan relatif terhadap record (per record), pemborosan dibagi dua yaitu:

1. Pemborosan karena GAP

    Rumusnya = WG = G/Bfr

2. Pemborosan karena blok

    Rumusnya = WR = B/Bfr

1. Pemborosan untuk fixed blocking

    W = WG + WR

2. Pemborosan untuk spanned blocking

    W = P + (P+G) / Bfr

3. Pemborosan untuk unspanned blocking 

    W = P + (½R+G)/Bfr

 

Perhitungan Transfer Rate

terdapat dua pengukuran utama yang bergantung transfer rate, yaitu:

1. Record Transfer Time (TR)

Waktu untuk transfer record dengan panjang record R.

TR = R/t

2. Block Transfer Time (btt)

Btt = B/t



Bulk Transfer Time

adalah transfer rate yang memperhatikan adaya selang waktu ketika gap-gap dan area non data dilalui.

Untuk pembacaan data besar yang terdiri dari beberapa blok didefinisikan dengan (t')

t' = (t/2) * {R/(R+W)}

Seperti yang terlihat dari rumus diatas, Bulk Transfer Time bergantung pada efek dari gap dan efek dari blocking.



Buffer

adalah daerah kerja di memori untuk penyimpanan blok sementara.

Diperlukan manajemen buffer agar dapat memaksimalkan kinerja penyimpanan sekunder dan menjaga pemakaian pemroses.


Contoh kebutuhan buffer: suatu sistem komputer dengan 10 pemakai. Tiap pemakai menggunakan 2 file sekaligus, bila diasumsikan setiap file menggunakan 3 buffer, dengan satu blok buffer  menampung 2 Kbyte. Maka total kapasitas buffer yang digunakan:

Banyaknya blok buffer  :  10 × 2 × 3 = 60

Total kapasitas buffer  : 

=  jumlah pemakai × jumlah file × buffer × kapasitas 1 blok buffer 

=  10 × 2 × 3 × 2024

=  121.440 byte