Saturday, 8 April 2017

Part #4 Soal Latihan Parameter Sekunder

1.Rotational Latency
a. r = ½ x (( 60 x 1000 ) / RPM) = ½ x (( 60 x 1000 ) / 2500) = ½ x 24 = 12
b. r = ½ x (( 60 x 1000 ) / RPM) =½ x (( 60 x 1000 ) / 2000) = ½ x 30 = 15
c. r = ½ x (( 60 x 1000 ) / RPM) =½ x (( 60 x 1000 ) / 7000) = ½ x 8,57 = 4,285
d. r = ½ x (( 60 x 1000 ) / RPM) =½ x (( 60 x 1000 ) / 8000) = ½ x 7,5 = 3,75
e. r = ½ x (( 60 x 1000 ) / RPM) =½ x (( 60 x 1000 ) / 10000) = ½ x 6 = 3

2.Metode Fixed Blocking
Diketahui :
- Seek Time                   = 10 ms
- Kecepatan Putar Disk = 3000 Rpm
- Transfer Rate              = 1024 byte/s
- Ukuran Blok               = 2048 byte
- Ukuran Record           = 128 byte
- Ukuran Gap                = 64 byte

Ditanya :
a) Bfr
b) r
c) TR
d) btt
e) W
f) t'

Jawaban
a.Bfr = B/R = 2048 / 128 =16
b.r = ½ x (( 60 x 1000 ) / RPM)
    = ½ x (( 60 x 1000 ) / 3000)
    = ½ x 20
    = 10
c.TR = R/t = 128 / 1024 = 0,125
d.Btt = B/t = 2048 / 1024 = 2
e.W = G/Bfr = 64 / 16 = 4
f.t’ = (t/2)*(R / (R + W))
     = (1024 / 2) * (128 / (128 + 4))
     = 512 * (128 / 132)
     = 512 * 0,96
     = 496,48

3. Tugas
Diketahui :
- Seek Time                   = 10 ms
- Kecepatan Putar Disk = 6000 Rpm
- Transfer Rate              = 2048 byte/s
- Ukuran Blok               = 2048 byte
- Ukuran Record           = 250 byte
- Ukuran Gap                = 256 byte
- Ukuran Pointer           =  8

Ditanya :
a) Blocking Faktor
b) Record Transfer Rate
c) Block Transfer Time
d) Pemborosan Ruang
e) Bulk Transfer Rate

Jika Metodenya :
a) Fixed Bloking
b) Spanned Bloking
c) Unspanned Bloking



Jawab:
   1.    Fixed Blocking
a.    Bfr = B/R = 2048 / 250 = 8,192
b.    TR = R/t = 250 / 20148 = 0,122
c.    Btt = B/t = 2048 / 2048 = 1
d.    WG = G/ Bfr = 256 / 8,192 = 31,25
WR = B / Bfr = 2048 /8,192 = 250
W = WG + WR
      =250 + 31,25
      = 281,25
e.    t’    = (t / 2) * (R / (R + W))
= (2048 / 2) * (250 / (250 + 281,25))
= 1024 * (250 / 531,25)
= 1024 * 0,47
= 481,28
    2.    Variabel Spanned
a.    Bfr = (B-P)/(R+P)
      = (2048 – 8) / (250 + 8)
      = 2040 / 258
      = 7,906
b.    TR = R/t = 250 / 20148 = 0,122
c.    Btt = B/t = 2048 / 2048 = 1
d.    W  = P + (P + G) / Bfr
= 8 + (8 + 256) / 7,906
= 8 + 264/7,906
= 8 + 33,39
= 41,39
e.    t’    = (t / 2) * (R / (R + W))
= (2048 / 2) * (250 / (250 + 41,39))
= 1024 * (250 / 291,39)
= 1024 * 0,85
= 870,4
   3.    Variabel Unspanned
a.    Bfr = (B–½R)/(R+P)
= (2048 – ½ . 250) / (250 / 8)
= 1923 / 258
= 7,453
b.    TR = R/t = 250 / 20148 = 0,122
c.    Btt = B/t = 2048 / 2048 = 1
d.    W  = P + ( ½ R + G) / Bfr
= 8 + ( ½ . 250 + 256) / 7,453
= 8 + 381 / 7,453
= 8 + 51,12
= 59,12
e.    t’    = (t / 2) * (R / (R + W))
= (2048 / 2) * (250 / (250 + 59,12))
= 1024 * (250 / 309,12)
= 1024 * 0,808
= 897,392

Thursday, 6 April 2017

Kuliah Tamu BP 4 "Empat Fungsi Bisnis pada Perusahaan Manufaktur"

Assalamua alaikum guys, Kampus Asia mengadakan kuliah tamu nih, temanya “Empat Fungsi Bisnis pada Perusahaan Manufaktur (Marketing, Finance, HRD, Production)”, Pembicaranya adalah Dr. David Sukardi Kodrat, MM., CPM, beliau lulusan Pascasarjana Universitas Ciputra, Ketua UKM Center , Wakil Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia, dan Dewan Kerajinan Nasional Jawa Timur. Dengan penyampaian yang semangat dan lugas membuat waktu tak terasa berjalan cepat, motivasi beliau adalah “MASALAH SAYA HARUS LEBIH KECIL DARI SIKAP SAYA”
Beliau mengambil studi kasus tentang Olympic Furniture,
Berawal dari sejarah Olympic owner Bapak Au Bintoro
 beliau menjelaskan bahwa usaha ini dimulai pada tahun 1980, Ia merasa toko furniture terlalu memberatkan konsumen dengan ONGKOS KIRIM yang mahal. Untuk mengangkat dibutuhkan beberapa orang dan tidak bisa mengangkut banyak barang sekaligus.
Agar bisa diangkut dalam jumlah besar, SOLUSInya  membuatnya dapat dibongkar pasang (knock down).
Produknya telah memberi keuntungan, namun Au TIDAK berani menjual secara massal dan lebih memilih menjual melalui PESANAN.
Suatu saat, ada seorang konsumen membatalkan pesan ribuan furniture.
Akibat penumpukan produk dan bahan baku tanpa kepastian, Au nekad menjual meja pesanan itu ke toko-toko furniture. Ternyata LAKU keras dan HABIS terjual.
Memberi MEREK produk “Olympic Furniture” yang terinspirasi dari Olimpiade XXIII tahun 1984.
Saat krisis moneter: harga bahan baku naik, karyawan minta naik gaji, dan 5 dari 10 konsumen membatalkan pesanannya.
Untuk mengatasi ini, perusahaan menjual separuh lahan dan gedung di Sentul yang awalnya direncanakan sebagai pusat produksi terpadu.
Krisis membuat, Au bekerjasama dengan peritel besar seperti Carrefour, Giant, dan gerai kredit Columbia agar konsumen lebih mudah mendapatkan dana. Strategi ini berhasil mengembalikan penjualan olympic ke tingkat semula. Tahun 2003 bekerjasama dengan Garant Mobel International mendirikan Garant Mobel Indonesia (GMI). 

Olympic memiliki saham 75 %. GMI menghubungkan pemasok dan para peritel mebel merek “Garant” asal Jerman dan “merek kelas atas” milik Olympic Group. Usaha ini menciptakan merek MER 


Perkembangan Bisnis
PT. Cahaya Sakti Furintraco
PT. Cahaya Sakti Multi Intraco
PT. Furnimart Mebelindo Sakti
PT. Cahaya Sakti Lintang Surya
Garand Mobel Indonesia
Mempunyai 70 Cabang dengan 36.000 toko baik tradisional retail outlet maupun modern retails outlet dan diekspor ke lebih dari 100 negara.
Kunci Sukses Olympic
1. Melakukan inovasi produk
2. Mengeluarkan produk-produk baru dengan desain
    yang baru
3. Memperkuat pasar lokal
4. Melakukan penetrasi ke pedesaan dengan
    mengembangkan furnimart
5. Melakukan pengembangan SDM 
INTEGRASI FUNGSI MANAJEMEN DALAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR
Fungsi Manajemen di Perusahaan Manufaktur


Fungsi Sumber Daya Manusia
Struktur Organisasi

Beda Good Company VS Great Company
1. Kepemimpinan
2. Karyawan yang kompeten pada posisi yang tepat (right
    man on the right place) Siapa ... Apa ...
3. Sikap fokus yang pantang menyerah
4. Menjadi yang terbaik dalam bidangnya
5. Budaya disiplin
6. Teknologi sebagai pengungkit
1. Kepemimpinan Tingkat 5

2. Siapa ... Apa

KSF FUNGSI SDM


Fungsi Produksi
Model Pemikiran Desain Mebel

Konsep Desain
Tips:
1. Padukan aspek estetika emosional dan fungsional
    Rasional.
2. Untuk merangkai elemen-elemen visual dibutuhkan
    komposisi dan proporsi yang selaras dengan “rasa”
    yang “menciptakan” dan selaras dengan “selera”
    yang “menikmati”
3. Desain yang baik memiliki kecenderungan untuk
    memenangkan persaingan dan menguasai pasar
Proses Produksi
KSF FUNGSI PRODUKSI
1. Pemilihan bahan baku dan suplier -> PEMBELIAN
2. Proses produksi -> PRODUKSI
3. Penyimpanan bahan baku dan barang jadi->
    LOGISTIK
4. Pengawasan mutu dan pengembangan -> R&I
5. Pemeliharaan -> TEKNIK
6. Perencanaan kebutuhan barang jadi hingga 
    kebutuhan bahan baku -> PPIC
Fungsi Pemasaran
Pertimbangan Konsumen
- Tahan lama
- Kekuatan konstruksi
- Desain
- Harga
- Kemudahan memasang
- Banyaknya variasi produk
- Warna
- Display di toko
- Ukuran
- Layanan yang diberikan
- Pengantaran
- Pemasangan
Tempat Pembelian
- Mal atau yang berdiri sendiri
- Hipermarket
- Toko Komputer
- Columbia
- Pameran furnitur
PDB Trianggle

Kunci Membangun Top Brand
1. Quality before price
2. Innovation before cost
3. Engagement before sales
Nine Core Of Marketing

KSF: Strategi Marketing

KSF: Taktik Marketing

Fungsi Keuangan
Pengelolaan Modal Kerja
Konsep Kuantitatif
Jumlah dana yang dibutuhkan untuk membiayai aktivitas perusahaan yang bersifat rutin
Rumus: Total Aktiva Lancar (Gross Working Capital)
Pengelolaan Modal Kerja

Konsep Kualitatif
Kelebihan aktiva lancar terhadap utang jangka pendek
Rumus: Total Aktiva Lancar – Total Utang Lancar (Net Working Capital)
Pengelolaan Modal Kerja
Konsep Fungsional
Dana yang dimiliki perusahaan yang digunakan untuk menghasilkan laba sesuai dengan usaha pokok perusahaan
Rumus: Kas + Piutang + Persediaan + Depresiasi
Kebutuhan Modal Kerja Berdasarkan Tingkat Operasi
Perusahaan dengan tingkat penjualan Rp120 juta / thn. HITUNG: Berapa modal kerja yang dibutuhkan jika rata-rata penjualan kredit 2 bulan dan 1 bulan dengan tingkat keuntungan (profit margin) sebesar 10%.
Kebutuhan Modal Kerja Berdasarkan Tingkat Operasi
Jika rata-rata penjualan kredit 2 bulan maka modal kerja yang dibutuhkan: (Rp120.000.000 / 6) x 0,9 = Rp18 juta
Jika rata-rata penjualan kredit 1 bulan maka modal kerja yang dibutuhkan: (120.000.000 / 12) x 0,9 = Rp9 juta
Manfaat Modal Kerja
·         Melindungi perusahaan dari krisis karena turunnya nilai aktiva lancar.
·         Kekurangan modal kerja dapat membuat perusahaan kesulitan membayar utang jangka pendek atau menangkap peluang-peluang yang menguntungkan.
·         Kelebihan modal kerja akan mengurangi keuntungan perusahaan karena modal kerja harus dibiayai sumber-sumber yang memerlukan biaya seperti pinjaman dengan tingkat bunga tertentu.

Saturday, 1 April 2017

Part #3 Parameter Penyimpanan Sekunder

Yang dimaksud dengan Parameter Penyimpanan Sekuder adalah waktu yang dibutuhkan untuk membaca dan menulis pada disk.

Parameter penyimpanan sekunder, diantaranya:

1. Waktu akses acak (random access time)


Waktu akses acak adalah waktu rata-rata yang diperlukan head untuk menemukan posisi dari item data yang dicari secara acak.

Pengaksesan item data memerlukan kerja berikut:

a. Pencarian lokasi/posisi penyimpanan

b. Waktu untuk transfer data


Pencarian lokasi/posisi penyimpanan.

Waktu tunda akses adalah waktu yang diperlukan untuk operasi pencarian lokasi penyimpanan.

Waktu tunda akses acak ditentukan parameter berikut:

- Seek Time

- Latency (rational latency)

Seek Time

seek time adalah waktu pergerakan head untuk mencapai track atau silinder lokasi data.


Rumus seek time:


S = Sc + δi


dimana:

- Sc = waktu start-up

- δi = jarak yang dilalui

Latency

latency adalah waktu yang dibutuhkan head untuk menunggu putaran disk sehingga blok data yang dituju tepat di depan head (milisecond)


r = 1/2 x ((60 x 1000)/RPM)


Keterangan : RPM = jumlah putaran permenit



2. Rate transfer data (data transfer rate)

Transfer rate yaitu kecepatan transfer data dari main memory ke secondary memory atau sebaliknya.

Waktu pembacaan atau penulisan bergantung pada:

- Ukuran blok data

- Data transfer rate perangkat penyimpanan

Bloking adalah unit data yang ditransfer.




Metode blocking:

 1. Fixed Blocking

Yaitu jumlah record pada suatu blok sama dengan jumlah record pada blok yang lainnya.

Keuntungan:

- Sederhana

- Memungkinkan pengaksesan acak

Kerugian:

- Dapat terjadi pemborosan di tiap block

Rumusnya :


Bfr = B/R


Keterangan :

- B = Ukuran Block

- R = Ukuran Record

2. Variable Length Spanned Blocking

- Block berisi record-record dengan panjang tidak tetap.

- Jika satu record tidak dapat dimuat di satu block, sebagian record disimpan di block lain.

- Panjang record dapat lebih besar dari block size.

- Tidak ada ruang yang terbuang karena blocking, tapi sulit diimplementasikan.

- Record yang berada pada dua block memerlukan waktu yang lebih lama dalam pembacaannya.

Rumusnya: 


Bfr = (B-P)/(R+P)



Keterangan:

- P = Ukuran pointer block

- B = Ukuran block

- R = Ukuran Record


3. Variable Length Unspanned Blocking

- Block berisi record-record dengan panjangn tidak tetap.

- Setiap record harus dimuat disatu block (tidak terpotong potong ke block lain) .

- Hanya record utuh ditempatkan pada satu block.

- Pemborosan terjadi karena record tidak ditempatkan bagi sisa block, maka record ditempatkan pada block berikutnya.

- Panjang record tidak boleh lebih panjang dibandingkan panjang block.

Rumusnya:


Bfr = (B-1/2R)/(R+P)


Keterangan:

- P = Ukuran pointer block

- B = Ukuran block

- R = Ukuran record


Pemborosan Ruang

- Besar ruang yang tidak digunakan untuk menyimpan data.

- Pemborosan ini mempengaruhi pencarian/pengaksesan.

- Diukur berdasarkan relatif terhadap record (per record), pemborosan dibagi dua yaitu:

1. Pemborosan karena GAP

    Rumusnya = WG = G/Bfr

2. Pemborosan karena blok

    Rumusnya = WR = B/Bfr

1. Pemborosan untuk fixed blocking

    W = WG + WR

2. Pemborosan untuk spanned blocking

    W = P + (P+G) / Bfr

3. Pemborosan untuk unspanned blocking 

    W = P + (½R+G)/Bfr

 

Perhitungan Transfer Rate

terdapat dua pengukuran utama yang bergantung transfer rate, yaitu:

1. Record Transfer Time (TR)

Waktu untuk transfer record dengan panjang record R.

TR = R/t

2. Block Transfer Time (btt)

Btt = B/t



Bulk Transfer Time

adalah transfer rate yang memperhatikan adaya selang waktu ketika gap-gap dan area non data dilalui.

Untuk pembacaan data besar yang terdiri dari beberapa blok didefinisikan dengan (t')

t' = (t/2) * {R/(R+W)}

Seperti yang terlihat dari rumus diatas, Bulk Transfer Time bergantung pada efek dari gap dan efek dari blocking.



Buffer

adalah daerah kerja di memori untuk penyimpanan blok sementara.

Diperlukan manajemen buffer agar dapat memaksimalkan kinerja penyimpanan sekunder dan menjaga pemakaian pemroses.


Contoh kebutuhan buffer: suatu sistem komputer dengan 10 pemakai. Tiap pemakai menggunakan 2 file sekaligus, bila diasumsikan setiap file menggunakan 3 buffer, dengan satu blok buffer  menampung 2 Kbyte. Maka total kapasitas buffer yang digunakan:

Banyaknya blok buffer  :  10 × 2 × 3 = 60

Total kapasitas buffer  : 

=  jumlah pemakai × jumlah file × buffer × kapasitas 1 blok buffer 

=  10 × 2 × 3 × 2024

=  121.440 byte